Belajar Sholat Khusyu

Table of Contents

Belajar Sholat Khusyu

Belajar Sholat Khusyu

Belajar Sholat Khusyu

 

Ada satu hadits yang populer yaitu ”Ash Shalatu mi’rajul mu’minin” artinya bahwa shalat itu mi’rajnya orang yang beriman. Dari pernyataan tersebut di atas mengandung makna pertama, mi’raj dapat dirasakan melalui shalat dan kedua yang merasakan mi’raj adalah orang beriman.

Seperti kita pahami bahwa yang dimaksud mikraj adalah perpindahan dari dunia menuju langit akhirat atau berangkat dari alam materi ke alam spiritual. Artinya shalat bukanlah ibadah yang semata-mata menekankan fisik saja dari takbir hingga salam, melainkan melibatkan aspek bathin berupa perjalanan spiritual agar bathin kita dikendalikan oleh Allah Ta’ala, yang diwakilkan kepada hati nurani kita. Khusyuk adalah kondisi jiwa yang fokus dan memahami apa yang diucapkan sehingga terjadi interaksi antara kita dengan Allah.

Untuk memahami makna khusyu ini kita bagi menjadi empat tingkatan : Pertama, orang yang tidak memahami apa yang diucapkan. Yang demikian ini disebut ”orang mabuk”, hal ini dikategorikan belum khusyu. Kedua, adalah tidak mengerti makna apa-apa yang diucapkan, mengetahui bahwa dia sedang menghadap Tuhan tetapi masih belum merasakan kehadiran Tuhan, kadar interaksi dengan Allah sangat sedikit. Ini umumnya yang dilakukan ketika shalat. Ketiga, orang yang mengerti makna akan apa yang diucapkan tetapi sering ’terlupa’ bahwa dia sedang ”menghadap” Allah. Masih terganggu dengan keadaan-keadaan yang terjadi di sekitarnya termasuk gerak fikiran yang sering berkecamuk dalam dirinya. Dan yang ke empat adalah mengetahui apa yang diucapkan, dan merasakan kehadiran Allah dalam seluruh shalatnya, terkadang sesekali fikirannya ’nyelonong’ ke sana atau ke sini tetapi segera kembali ingat Allah. Yang ke empat sudah cukup baik, tetapi yang ideal adalah seperti sahabat Ali bin Abi Thalib, yang tidak bisa merasakan apa-apa ketika dalam shalatnya dicabut anak panah yang menghujam dirinya, hatinya fokus ”menghadap” Allah Ta’ala.

Lalu bagaimana caranya agar shalat kita khusyu ?
1. Bacalah al Quran itu dengan perlahan-lahan ( Q.S. Al Muzzamil (73):4
2. Khusyuk akan meningkat bila kita memiliki udzur (masalah). Shalat bisa bermakna dzikir dan sekaligus berdoa. (QS. Al Baqarah (2) : 45)
”Dan mintalah pertolongan (Kepada Allah) dengan sabar dan shalat.
Q.S. At Thoha [20]: 14 ”Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikan shalat untuk mengingat-Ku’.
3. Berdzkirlah sepanjang waktu. QS. An Nisa [4]:103 ”Maka apabila kamu telah
menyelesaikan shalatmu, ingatlah Allah diwaktu berdiri, diwaktu duduk dan
diwaktu berbaring. Kemudian bila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah
shalat itu (seperti biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah
ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”.
3. Shalat bisa menjadi mi’raj bila dilakukan dengan keyakinan penuh (yakin
seyakin-yakinnya=haqqul yaqin). QS. Al israa’ [17] ; 36 ”Dan janganlah kamu
mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.
Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan dimintai
pertanggungan jawaban”.

Sumber : https://apartemenjogja.id/