Budidaya Dan Cara Menanam Mangga

Budidaya Dan Cara Menanam Mangga

Budidaya Dan Cara Menanam Mangga

Budidaya Dan Cara Menanam Mangga

Berkebun mangga dalam skala usaha yang cukup besar, perlu sekali melihat kondisi lahan yang akan ditanami yaitu harus memperhatikan kesesuaian lahan. Hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu jenis tanah, ketebalan lapisan tanah, kondisi air tanah, pH tanah, serta derajat kemiringan tanah. Berdasarkan jenis tanahnya, tanaman mangga dapat tumbuh dengan baik pada macam-macam jenis tanah, baik pada tanah vulkanis tua, vulkanis muda, tanah aluvial, tanah dengan struktur ringan maupun berat.

Untuk varietas mangga komersial di Indonesia diantaranya mangga arumanis, manalagi jenis besar dan manalagi jenis kecil, goiek, gedong gincu, gedong biasa, dan cengkir. Adapun beberapa varietas mangga eks-import, diantaranya namdokmai, thongdam, nangkiawan (semuanya dari Thailand), irwin, julie, haden (Amerika), dan lain-lain.

Untuk Budidaya Dan Cara Menanam Mangga sebagai berikut ;

Persiapan Lahan

Pemilihan lokasi untuk kebun mangga hendaknya diusahakan tidak terlalu jauh dari jangkauan jalan yang dapat dilalui kendaraan roda empat, agar memudahkan pengangkutan baik pada saat panen maupun dalam pengangkutan bibit dan sarana produksi lainnya. Di samping itu dilokasi tersebut dekat dengan sumber air, baik dari air irigasi, ataupun dari air tanah, sehingga pada musim kemarau air untuk keperluan tanaman tetap cukup tersedia. Dalam persiapan lahan ini termasuk penyuluhan, pengorganisasian proyek di tingkat petani dan inventarisasi lahan, serta pelatihan.

Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan cangkul, bajak, garu, ataupun secara mekanis dengan traktor. Pengolahan tanah hendaknya dilakukan pada musim kemarau atau awal musim hujan, dimana pada saat itu tanah tersebut masih berupa gumpalan yang mudah untuk dihancurkan / digemburkan dengan penambahan air. Setelah pencangkulan/pembajakan/pentraktoran, tanah dibiarkan beberapa hari untuk memberikan kesempatan tumbuh bagi rerumputan, yang akhirnya rerumputan tersebut dikumpulkan, ditumpuk pada tempat tertentu, kemudian dibenam atau dibakar.

Pada tanah yang derajat keasamannya tinggi (pH rendah), maka pada tanah yang telah dicangkul tersebut disebarkan kapur/dolomit secara merata.Dalam pengolahan tanah mulai dari pembukaan lahan, pencangkulan, pembajakan, penggaruan, pembuatan bedengan, guludan, pembuatan saluran irigasi dan pembuangan/drainase, serta pembuatan lobang tanam, sampai dengan siap tanam.

Penanaman

Lubang tanam dibuat/disediakan sesuai dengan jarak tanam, di mana jarak tanam tersebut diantaranya ditentukan oleh kesuburan tanah dan lapangan. Jarak tanam bervariasi yaitu diantaranya 4 x 6 m, 6 x 6 m, 10 x 10m. Pada lobang tanam yang telah tersedia dimasukan pupuk kandang dan dicampur dengan pupuk dasar lainnya seperti TSP, Urea, dan KCI, setelah itu barulah bibit ditanam.

Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman meliputi kegiatan penyulaman tanaman, penyiangan/pembumbunan, pemupukan, penyiraman/pengairan, pemangkasan, penanggulangan hama dan penyakit;
Tanaman mangga yang mati dan yang pertumbuhannya tidak baik/kerdil diganti dengan tanaman baru yang telah disiapkan sebelumnya. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan tanaman lebih seragam.
Pemupukan susulan dilakukan dengan cara membenamkan campuran pupuk susulan yang terdiri dari TSP/SP 36, KCI, dan Urea di sekitar tegakan, persis dibawah tajuk tanaman tersebut. Dosis pemupukan disesuaikan dengan umur dan pertumbuhan tanaman. Pada saat tanaman memasuki fase pembungaan dan pembuahan, maka pupuk ekstra untuk merangsang dan memantapkan bunga dan buah perlu diberikan.
Pemangkasan dilakukan untuk mendapatkan bentuk tanaman yang baik, sehingga didapatkan bentuk tajuk yang dikehendaki, yaitu dahan/cabang tanaman seimbang ke segala arah.
Penyiraman/pengairan merupakan unsur yang cukup penting dalam berkebun mangga, terutama pada musim kemarau. Pada waktu tanaman masih kecil dan hujan kurang, maka penyiraman diperlukan, sedangkan pada musim hujan dimana air berlebihan, maka drainase/pembuangan air harus mendapat perhatian, sehingga aerasi dan drainase tanah tetap terpelihara.
Penanggulangan hama dan penyakit, baik yang menyerang akar, batang, daun, bunga dan buah perlu diperhatikan. Pemberantasan dilakukan apabila hama dan penyakit tersebut sudah merusak di atas ambang batas. Penggunaan pestisida dilakukan seminim mungkin, dan dilakukan dalam keadaan yang memaksa.
Selama pemeliharaan, kebun perlu diamati pertumbuhannya, dan untuk itu pemilik kebun harus mengamatinya paling tidak 3 kali dalam seminggu.

Panen Dan Pasca Panen

Mangga sudah dapat dipanen pada tahun ke-4, namun jumlahnya tidak banyak/masih dalam tahapan belajar. Buah mangga tersebut dari tahun ke tahun terus bertambah sesuai pertumbuhan tanaman. Pada panen pertama di tahun ke-4 dari satu pohon diperkirakan menghasilkan 4 kg buah, tahun ke-5 sampai dengan tahun ke 9, berturut-turut adalah : 12 kg. 20 kg, 36 kg, 57 kg. 89 kg, dan setelah berumur 10 tahun hasilnya rata-rata lebih dari 135 kg/pohon. Buah mangga yang telah dipanen selanjutnya di sortasi/grading berdasarkan ukuran dan bentuk. Kemudian dikemas dan dipasarkan.

Beberapa keuntungan yang diperoleh dengan dilakukannya sortasi adalah sebagai berikut :
Mencegah penurunan harga akibat campuran ketas mangga.
Mencegah tingginya biaya pemasaran (transportasi, pengepakan, dsb).
Mendapatkan kesamaan mutu antara penjuat dan pembeli.
Menghindarkan kelebihan stock (over supply) dengan meninggalkan kelas yang rendah menghindarkan kerusakan akibat kontak/sentuhan/gesekan antara yang rusak, berpenyakit, atau yang baik.
Memperoleh kenaikan pendapatan, kemudahan penjualan, dan peningkatan volume penjualan.

Buah yang telah dipanen diberikan perlakuan sebagai berikut:
Ditempatkan dalam keranjang berkapasitas 25 kg, lalu tiap keranjang ditimbang, dan dipisahkan menurut kelompok beratnya masing-masing.
Dipilih diambil yang mulus, tidak luka, tidak ada penyakit, tidak ada kotoran yang melekat pada permukaan kulit buah, tidak ada cacat fisik maupun mikrobiologis, tidak ada noda getah, tidak ada bintik-bintik kehitaman, tidak ada luka memar dipilih yang bentuknya normal, maksimum buah yang tidak normal sebanyak 25%.
Tangkai buah dipotong dan disisakan kira-kira 1 cm. Pemotongan tangkai dilakukan secara hati-hati dan diusahakan agar getah yang keluar dari tangkai tidak menempel pada permukaan kulit dengan meletakan tangkai pada posisi di bawah.

 

Sumber : https://lahan.co.id/