Cara Budidaya Ikan Gabus

Cara Budidaya Ikan Gabus

Cara Budidaya Ikan Gabus

Memilih Kolam

Untuk membudidayakan ikan gabus,  anda bisa  memilih untuk menampung mereka pada tiga jenis kolam, yaitu tanah, terpal, dan juga beton. Ketiga jenis kolam ini tentu saja mempunyai  keunggulan yang berbeda, dan harga mereka pun bervariasi dari satu ke yang lainnya. Berikut  ini adalah beberapa hal penting yang perlu kamu ketahui mengenai  kolam ikan gabus.

  • Kolam Terpal

Kolam terpal  adalah  jenis kolam yang pemakaiannya sedang naik daun belakangan ini. Banyak peternak yang  telah  menggunakan kolam terpal sebagai rumah ikan – ikan mereka karena keunggulannya yang bejibun.

Berikut adalah beberapa keunggulan kolam terpal untuk ikan gabus :

  • Minim lumpur sehingga mudah dan tidak licin pada saat sedang masa panen ikan. Proses akan menjadi lebih cepat.
  • Pilihan yang tepat untuk daerah yang susah memperoleh air karena daya tampungnya anti bocor.
  • Anti hama. Kebersihan pada kolam terpal sangat tinggi.
  • Tidak berbau. Jarang di gerayang oleh i lumut dan bakteri – bakteri jahat yang dapat menyebabkan aroma tidak sedap.
  • Menjaga suhu kolam. Kolam terpal mampu  menahan fluktuasi air karena alas sekam pada dasar kolam.
  • Kolam Tanah

Kolam ini adalah  pilihan paling tradisional. Cara membuatnyapun  cukup sederhana, yaitu dengan menggali tanah hingga  dengan kedalaman tertentu  serta melakukan penimbunan untuk meningkatkan ketinggian isi kolam.

Berikut ini adalah keunggulan dari  kolam tanah untuk ikan gabus :

  • Hemat air. Air yang dipakai biasanya di alirkan langsung dari sungai atau sumber air alami paling dekat.
  • Pakan ikan lebih alami. Air yang di alirkan ke dalam kolam biasanya mengandung plankton – planton sehat untuk ikan gabus.
  • Perairan akan lebih subur karena tanah telah berisi pupuk dan gembur.
  • Kolam Beton

Berbicara mengenai perawatan kolam, kolam beton mungkin merupakan yang paling susah  untuk dirawat. Pembuatan kolam ini juga memakan waktu yang lebih lama karena proses pengeringannya yang lebih panjang.  Meskipun  begitu, kolam beton juga tidak kalah dari jenis kolam yang  lainnya.

Berikut ini adalah adalah keunggulan kolam beton untuk ikan gabus :

  • Ikan tidak akan berbau lumpur seperti kolam tanah.
  • Mudah sekali untuk dibersihkan.
  • Masa panen akan lebih mudah di bandingkan dengan kedua kolam lainnya.
  • Air di dalam kolam tidak akan mudah berlumpur atau tercemar oleh tanah.
  • Lebih awet dan juga tahan lama. (GBWhatsApp)

Memilih Induk Ikan Gabus

Jika anda  menginginkan pembudidayaan ikan gabus yang sukses,  maka anda akan memerlukan  indukan yang hampir sempurna.Kriteria tersebut termasuk induk ikan yang sehat dan aktif.

Inilah perbedaan induk betina dan jantan pada ikan gabus :

  • Genital ikan gabus jantan berwarna merah, dan jika ditekan secara lembut akan mengeluarkan cairan bening.
  • Genital ikan gabus betina berukuran lebih besar dan akan mengeluarkan telur-telur kecil jika
  • Warna tubuh ikan gabus betina sangat kontras sementara yang jantan lebih gelap.
  • Ikan gabus betina berkepala bulat sementara yang jantan berbentuk oval.
  • Pilihlah indukan ikan gabus yang mempunyai beratnya minimal 1 kilogram.

Memulai Proses Pemijahan Ikan Gabus

Langkah berikutnya dalam budidaya ikan gabus adalah proses pemijahan. Proses pemijahan  merupakan pelepasan sperma pada telur ikan sehingga menghasilkan pembuahan. Pada proses ini, anda harus menyiapkan sekitar 20 hingga  30 induk jantan dan juga  betina pada satu kolam berukuran luas.

Ukuran minimal kolam biasanya sekitar 8 x 5 x 3 meter, dengan tinggi air sekitar 60 cm supaya  tidak terlalu sempit, dan air pun mengalir. Untuk menambah kenyamanan ikan dalam proses pemijahan, anda boleh menanamkan tanaman eceng gondok di dalam kolam. Telur yang dihasilkan oleh induk betina ikan gabus  bisa di angkat dan dibawa dengan menggunakan sekupnet halus, kemudian  dibiarkan menetas secara alami.

Telur – Telur Mulai Menetas

  • Sesudah proses pemijahan, ada baiknya jika  telur-telur yang sedang diawasi dipindahkan pada akuarium bening berukuran sekitar 70 x 50 x 50 cm dengan ketinggian air kira – kira 50 cm serta suhu air normal pada 20 hingga 23 derajat Celsius.
  • Berikan jarak pada setiap kumpulan telur ikan gabus sekitar 5 hingga 6 butir per centimeter persegi. Telur-telur ini akan menetas setelah 24 jam dimasukan ke dalam akuarium.
  • Beri makan larva ikan gabus setelah 2 hari menetas sebanyak 3 kali sehari.
  • Jenis pakan yang dapat  kamu berikan adalah nauplii artemia.
  • Pastikan akuariumnya tidak terlalu padat oleh larva ikan, yaitu hanya 5 larva per 1 liter air.
  • Setelah lebih dari 5 hari, anda baru dapat  menambahkan jenis pakan ikan seperti daphnia sebanyak 3 kali sehari.

 Menebar Benih Ikan Gabus

Setelah telur – telur menetas, di sini lah kesabaran anda akan diuji. Anda harus dapat  menjaga akuarium agar selalu bersih dengan suhu air yang tidak terlalu dingin atau hangat untuk  dapat lanjut ke proses penebaran benih ikan. Lakukan proses ini setelah larva ikan gabus  telah  melewati umur 2 minggu, dan hanya lakukan pada pagi hari pada saat  ikan belum diberi makan. Setelah 2 hari selesai proses penebaran benih, barulah ikan larva boleh kembali diberi makan.

Sumber: https://rumahbudidaya.co.id/