Danau Atas Dan Penjelasannya Lengkap

Danau Atas Dan Penjelasannya Lengkap

Danau Atas

Danau Atas

Danau Atas adalah sebuah danau yang terletak di kabupaten Solok, provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau ini bersama dengan Danau Bawah, yang di kenal sebagai Danau Kembar. Danau ini berada di dataran tinggi Bukit Barisan, tepatnya di Alahan Panjang, Kabupaten Solok.

 

Walaupun namanya Danau Atas

Namun sesungguhnya posisi danau ini lebih rendah di banding Danau Bawah. Panorama danau yang juga di sebut sebagai Danau Dieteh ini bisa di nikmati melalui ketinggian. Nama lainnya adalah Danau Di Atas.
Di zaman dahulu kala ada seorang niniak yang bernama Niniak Gadang Bahan yang kerjanya adalah maarik kayu. Bahan yang di maksud di sini adalah beliungnya. Ia sangatlah unik, badannya besar tinggi & bahannya sebesar nyiru.
Tiap berangkat ke hutan, ia tidak lupa membawa beliungnya. Ia makan hanya sekali seminggu, tapi sekali makan 1 gantang. Untuk mendapatkan kayu yang bagus, dia harus naik gunung.
Setelah beberapa hari dalam hutan, dia akan pulang dengan membawa beberapa helai papan yang telah jadi & membawanya ke pasar untuk di jual. Dari hasil penjualan papan inilah dia menghidupi keluarganya. Pada suatu hari, ketika ia berangkat ke hutan, di tengah hutan tempat dia biasa lewat, jalannya tertutup.
Ia kaget, kenapa ada makhluk yang menghambat jalannya. Makhluk ini sangat besar hingga menutupi pemandangannya. Ia berusaha untuk mengusirnya tapi makhluk ini tidak bergeming, malah balik menyerang.
Ternyata makhluk ini adalah seekor ular naga yang besar. Tidak bisa di sangkal lagi, darah pituah niniak moyang langsung mengalir ke seluruh tubuhnya. Terjadilah perkelahian antara naga & dirinya.

Naga melakukan penyerangan, ia tidak tinggal diam

Seluruh kemampuan yang di miliki olehnya di keluarkan. Beliung yang berada di tangannya bereaksi & memang ia sangat ahli memainkannya.
Tentu jurus silat yang sudah mendarah mendaging olehnya tak lupa di keluarkan. Akhirnya, naga itupun bertekuk lutut & menyerah. Sang naga kehabisan darah karna sabetan beliungnya.
Kepala si naga nyaris putus, darah mengalir dengan deras. Ia menarik naga itu & melemparnya dengan sekuat tenaga hingga sampai ke sebuah lembah. Selang beberapa waktu, ia mendatangi lembah tempat naga di lemparkan.
Ia kaget, ternyata naga tersebut tidak mati. Dia malah melambangkan badannya dengan posisi membentuk angka 8, darah dari kepala ular tetap mengalir hingga memerahkan daerah tersebut hingga daerah ini jadi tempat kunjungan yang menarik bagi Angku & juga orang yang ada di sekitar itu. Tapi apa yang terjadi, lama – lama badan ular ini mulai tertimbun oleh tanah & di antara 2 lingkaran ular itu tergenanglah air yang membentuk 2 danau kecil.
Lama – kelamaan danau ini terus membesar hingga terbentuklah 2 bawah danau yang besar & indah. Antara ia & naga kemudian terjadi dialog, sebuah perjanjian. Kata naga, sekali setahun harus ada yang jadi tumbal, tapi sang naga tidak akan mengambil dari anak cucunya.
Dan ini jadi kebenaran oleh penduduk setempat. Bila dalam satu waktu tertentu ada yang tenggelam di danau itu, mereka kembali mengangkat legenda ini. Dan memang yang merasa anak cucu keturunannya slalu yakin selamat bila mengarungi danau ini.
Artikel terkait :