Gaya Bahasa Penegasan

Table of Contents

Gaya Bahasa Penegasan

Gaya Bahasa Penegasan

Gaya bahasa penegasan adalah gaya bahasa yang mengulang kata-katanya dalam satu baris kalimat. Adapun pembagiannya, Ade Nurdin, Yani Maryani, dan Mumu (2002:22), membagi gaya bahasa penegasan ini menjadi dua, yaitu repetisi dan pararelisme.

Gaya Bahasa dalam Sastra Indonesia: Majas Penegasan
Contoh Majas Penegasan-Majas penegasan adalah sebuah ungkapan yang digunakan untuk menegaskan atau memperkuat suatu berita. Majas ini tebagi menjadi beberapa bagian, yang akan saya tegaskan semua bagiannya sebagai berikut:

1. Majas Alonim

Majas Alonim adalah majas yang menggunakan varian dari sebuah nama untuk mempertegas kalimat. Varian nama lebih sering diambil dari beberapa suku huruf nama tersebut, Sebagai contoh:
Bagaimana keadaan anakku, Dok?
(Dok merupakan varian dari dokter)
Mbang, cepat kesini kau!
(Mbang merupakan varian dari Bambang)
Tenang saja, Pak. Semua pasti beres.
(Pak merupakan varian dari Bapak)
2. Majas Elipsis

Majas Elipsis adalah majas penegasan yang tedapat penghilangan kata atau bagian kata di dalamnya. Sebagai contoh:

Ya, setelah pulang kembali, kondisinya sudah …. Itulah mengapa aku tak mengijinkanmu pergi.
Andai saja kamu mau menuruti nasihatku … , ah terserah lah.
Semuanya telah kuberi, hati ini, nyawa ini, tapi kau ….
3. Majas Asindenton
Majas Asindenton adalah majas penegas yang menggabungkan beberapa kata tanpa memakai kata penghubung (Kata Konjugsi)
Contoh:

Tikus, semut, belalang, kecoa mati, semua berserakan ditanah yang tercemar ini.
Ya itu terserah mulutmu, mau kamu bilang aku, pemalas, sombong, pemarah, apalagi?
Lomba membaca cerpen, lomba menulis, lomba makan kerupuk, semuanya aka nada di HUT sekolahku nanti

4. Majas Koreksio
Majas Koreksio adalah majas penegasan dimana menegaskan suatu hal salah yang kemudian diperbaiki.
Contoh:

Namanya Budi Anduk, eh bukan, Budi Widodo
Dia pergi ke arah sana, eh maaf, ke arah situ.

Baca Juga :