MENENTUKAN TEMA DAN JUDUL KARANGAN

MENENTUKAN TEMA DAN JUDUL KARANGAN

MENENTUKAN TEMA DAN JUDUL KARANGAN

Topik yang baik

Syarat topik yang baik bisa ditinjau dari 2 segi, yaitu :

  1. Bagi penulis, topik yang baik yaitu berbasis pada kompetensi penulisnya yaitu sesuai dengan :
  •      Bidang keahlian.
  •      Bidang studi yang didalami.
  •    Pengalaman penulis: pengalaman kerja, praktik dilapangan, penelitian, partisipasi dalam suatu kegiatan ilmiah.
  •       Bidang kerja atau profesi.
  •       Karakter penulis (baik, cerdas, inovatif, kreatif).
  •       Temuan yang pernah diteliti.
  •       Kualifikasi pengalaman: nasional, internasional.
  •       Kemampuan memenuhi tuntutan masyarakat pembacanya.
  •       Kemampuan memenuhi target kebutuhan segmen pembacanya, dan
  •      Temuan baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan pembacanya.
  1. bagi pembaca, topik itu baik jika layak dibaca. Artinya, topik tersebut dapat mengembangkan kompetensi pembacanya, yaitu sesuai dengan:
  •        Tuntutan pembaca untuk mencapai target informasi yang diharapkan.
  •         Upaya pembaca untuk meningkatkan kecerdasan, kompetensi pengembangan akademik dan profesi.
  •         Ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditekuni pembacanya.
  •         Pengembangan dan peningkatan karier dan profesinya.
  •         Upaya mempertajam dan memperhalus rasa kemanusiaan.
  •         Upaya mempertajam dan memperhalus daya nalarnya.
  •         Sesuai dengan kebutuhan informasi iptek yang diperlukan, dan sebagainya.

Namun, jika ditinjau secara umum syarat topik yang baik yaitu:

1.    Menarik untuk ditulis dan dibaca.
Topik yang menarik bagi penulis akan meningkatkan kegairahan dalam mengembangkan penulisannya, dan bagi pembaca akan mengundang minat untuk membacanya.

2.    Dikuasai dengan baik oleh penulis minimal prinsip-prinsip ilmiah. 
Untuk menghasilkan tulisan yang baik, penulis harus menguasai teori-teori (data sekunder), data di lapangan (data primer). Selain itu, penulis juga harus menguasai waktu, biaya, metode pembahasan, bahasa yang digunakan, dan bidang ilmu.
  

Pembatasan Topik

Pembatasan sebuah topik mencangkup konsep, variabel, data, lokasi atau lembaga dan waktu pengumpulan data. Topik yang terlalu luas menghasilkan tulisan yang dangkal, tidak mendalam, dan tidak tuntas. Selain itu, pembahasan menjadi tidak fokus pada masalah utama yang ditulis atau dibaca. Akibatnya, pembahasan menjadi panjang, namun tidak berisi. Sebaliknya, topik yang terlalu sempit menghasilkan tulisan yang tidak (kurang) bermanfaat bagi pembacanya. Selain itu, karangan menjadi sulit dikembangkan, tidak menarik untuk dibahas ataupun dibaca.Maka dari itu, pembahasan topik dilakukan secara cermat, sesuai dengan kemampuan, tenaga, waktu, tempat, dan kelayakan yang dapat terima oleh pembacanya.

  1. fungsi pembatasan topik

       Pembatasan memungkinkan penulis untuk menulis dengan penuh keyakinan dan kepercayaan, karena topik itu benar-benar diketahuinya.

        b.Pembatasan dan penyempitan topik akan memungkinkan penulis untuk mengadakan penelitian yang lebih intensif mengenai masalahnya. Dengan pembatasan itu penulis akan lebih mudah memilih hal-hal yang akan dikembangkan.

  1. Cara membatasi Topik
  2. Tetapkanlah topik yang akan digarap dalam kedudukan sentral.
  3. Mengajukan pertanyaan, apakah topik yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat dirinci lebih lanjut? Bila dapat, tempatkanlah rincian itu sekitar lingkaran topik pertama tadi.
  4. Tetapkanlah dari rincian tadi mana yang akan dipilih.
  5. Mengajukan pertanyaan apakah sektor tadi masih dapat dirinci lebih lanjut atau tidak.

Baca Juga :