Penjualan iPhone 11 Lebih Baik dari Perkiraan

Penjualan iPhone 11 Lebih Baik dari Perkiraan

 

Penjualan iPhone 11 Lebih Baik dari Perkiraan

Penjualan iPhone 11 Lebih Baik dari Perkiraan

Pada bulan September 2019, Apple telah meluncurkan jajaran iPhone terbaru yang terdiri dari iPhone 11, iPhone 11

Pro dan iPhone 11 Pro Max. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Apple juga telah memangkas harga penjualan perdana iPhone 11 yang di tawarkan.

Ya! iPhone 11 yang datang dengan dukungan kamera belakang ganda dan punya chipset baru, smartphone ini dijual oleh Apple mulai dari harga US$ 699, atau lebih murah dari pendahulunya. Sementara, iPhone Xr yang dirilis pada tahun lalu saat itu dijual mulai dari harga US$ 749.

Laporan Nikkei menyebutkan bahwa penurunan harga ini telah memberikan dampak yang cukup signifikan. Dikatakan, permintaan iPhone 11 melonjak tajam alias lebih baik dari dari yang diharapkan. Terkait dengan hal ini, Apple pun meminta pemasoknya untuk meningkatkan produksi iPhone 11 hingga 8 juta unit.

Hal ini pun membawa dampak positif bagi sebagian mitra Apple yang jadi pemasok raksasa teknologi asal Cupertino

tersebut. Setelah laporan Nikkei itu dirilis, harga saham sejumlah produsen komponen pemasok Apple tersebut terdongkrak naik. Contohnya, harga saham Japan Minebea Mitsumi ditutup dengan kenaikan 3 persen.

Selain itu, ada juga Japan Display yang harga sahamnya naik hampir 2 persen. Harga saham Murata Manufacturing dan Alps Alpine juga ikut-ikutan naik. Meski begitu, para pemasok tersebut juga tetap berhati-hati karena mereka tidak yakin apakah Apple dapat mempertahankan lonjakan permintaan untuk jangka waktu yang lama atau tidak.

Ya! Memang ada faktor lain yang dapat menghambat penjualan iPhone di masa mendatang. Ini menyangkut pemberlakukan kenaikan tarif di Cina yang akan segera diberlakukan oleh Washington mulai tanggal 15 Desember 2019. Dikatakan, Apple harus membayar tarif sebesar 10 persen untuk produk yang diimpor dari Cina.

Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa jika tarif semacam itu tetap diberlakukan, Apple berencana untuk bernegosiasi mengenai kesepakatan dengan pemerintahnya. Atau, mereka pada akhirnya harus mengambil sebuah keputusan untuk memindahkan produksi iPhone di Cina ke negara lain.

Apple sendiri memang belum membuat pernyataan resmi dan jika pada akhirnya kenaikan tarif tersebut membawa dampak naiknya harga iPhone, diperkirakan penjualannya bisa anjlok. Karena itu, sikap kehati-hatian yang dilakukan oleh pemasok asal Cina cukup masuk akal.

Yasuo Nakane, Kepala Penelitian Teknologi di Mizuho Securities mengatakan bahwa perusahaannya telah merevisi

perkiraan produksi iPhone di tahun ini menjadi 194 juta unit dari sebelumnya 178 juta unit. Ya! Angka tersebut masih dibawah 208,8 juta unit iPhone yang dijual pada tahun 2018.

Sementara, Apple tampaknya tetap optimis tentang permintaan trio iPhone 11. Apalagi, Apple terus membenahi smartphone ini dengan serangkaian hardware dan fitur terkini. Ya! Apple kini juga siap untuk membuktikan janjinya memuat fitur Deep Fusion ke dalam iPhone 11 Series dengan mengupdate iOS 13.

Sumber:

https://www.emailmeform.com/builder/form/RH88f48jhATznP705