Pertukaran Pelajar Antar Negara, Justru Rugikan Siswa karena Harus Tinggal Kelas Setahun

Pertukaran Pelajar Antar Negara, Justru Rugikan Siswa karena Harus Tinggal Kelas Setahun

Pertukaran Pelajar Antar Negara, Justru Rugikan Siswa karena Harus Tinggal Kelas Setahun

Sangat disayangkan, program pertukaran pelajar antar negara justru merugikan siswa. Pasalnya,

gara-gara program itu seorang siswa SMA Negeri 1 Langsa tidak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun 2016.

Sehingga, siswa yang saat ini sedang mengikuti program pertukaran pelajar di Negara Amerika Serikat tersebut harus tinggal kelas dan mengulang satu tahun lagi di sekolah asal. “Secara internasional berhasil, tapi secara nasional gagal,” kata anggota DPRK Langsa, Ir Joni Hoswary, kepada GoAceh.co, Minggu (17/4/2016), di Langsa. Menurut politisi Partai Demokrat ini, meskipun pertukaran pelajar itu telah disepakati oleh siswa dan keluarganya, tapi ia menganggap hal itu tetap merugikan siswa itu sendiri. Karena satu tahun harus gagal dalam pendidikan

formal dan harus mengulang kembali. Menurut Joni,

harus dicari formulasi dan solusi yang tepat agar siswa yang ikut program pertukaran pelajar itu tidak dirugikan sama sekali dan harus tetap dapat mengikuti Ujian Nasional. Selain itu, pemerintah khususnya dinas pendidikan juga harus menelusuri program ini lebih lanjut. Karena informasi yang didapat Joni, siswa tersebut harus menandatangani perjanjian untuk tinggal kelas. “Ada apa dalam program ini, apakah ada yang salah, pembodohan atau suatu hal yang wajar,” tanya Joni. Kata Joni, boleh saja dengan ikut program ini dapat membawa harum nama daerah, tapi

jangan lah selama satu tahun waktu siswa dikorbankan sehingga ketinggalan

dengan teman-temannya. Karenanya, pemerintah harus mencari solusi terhadap program ini, apakah siswa yang ikut program pertukaran siswa bisa ikut ujian online di Kedubes Indonesia. “Boleh-boleh saja ada pertukaran pelajar yang mempelajari budaya dan pendidikan di negara tersebut, namun jangan sampai pelajar dirugikan dalam bentuk apa pun,. Jadi pemerintah harus mencari formulasi dan solusi terhadap program ini,” pungkas Jon

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/4wGUN5IdT0zSa3s